Meski memasukkan pemain seperti Orkun Kökçü, lini serang Turki tetap buntu menghadapi pertahanan rapat Paraguay.
Baca juga:Â Bantai Qatar 6-0, Kanada Melesat ke Puncak Klasemen Grup B Piala Dunia 2026
Para pemain bintang seperti Hakan Çalhanoglu, Arda Güler, dan Kenan Yildiz tak mampu menembus organisasi permainan lawan yang sangat rapi hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini menjadi catatan hitam bagi Turki setelah penantian panjang kembali ke Piala Dunia sejak 2002.
Ekspektasi tinggi sebagai “kuda hitam” turnamen nyatanya hancur berantakan di lapangan.
Turki kini menyusul Haiti yang telah lebih dulu angkat koper dari kompetisi sepak bola paling bergengsi sejagat raya ini.
Masa Depan Suram Vincenzo Montella
Kegagalan ini memicu tanda tanya besar mengenai arah kepemimpinan Vincenzo Montella di timnas Turki.
Baca juga:Â Prediksi Swiss vs Bosnia di Piala Dunia 2026, Pertarungan Sengit Grup B
Ketiadaan efektivitas dalam serangan meski unggul jumlah pemain menunjukkan rapuhnya koordinasi tim di momen krusial.
Publik Turki tentu menuntut evaluasi menyeluruh atas penampilan memalukan yang ditampilkan oleh tim nasional mereka sepanjang turnamen ini.
Harapan untuk lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik pun sirna seketika.
Turki kini harus pulang lebih awal dengan membawa kekecewaan mendalam bagi seluruh penggemarnya.
Prestasi Turki pada edisi 2002 saat finis di posisi ketiga kini hanya menjadi kenangan pahit di tengah kegagalan total pada Piala Dunia 2026. (*)




