Baca Juga: Paradise Indonesia Mau Naikkan Tarif Hotel, Tapi Bukan Karena Kenaikan PPN
Konsep Leisure Mall di Proyek 23 Semarang
Salah satu proyek mercusuar yang tengah dikebut adalah 23 Semarang. Pusat perbelanjaan ini diposisikan sebagai lifestyle mall terbesar di Kota Semarang dengan tingkat keterisian (okupansi) tenant yang sudah menembus angka 80 persen menjelang peresmiannya pada 23 Mei 2026.
Tingginya minat pelaku usaha membuat INPP merevisi total desain proyek dengan memperluas net saleable area dari semula 30 ribu meter persegi menjadi 48 ribu meter persegi. INPP sengaja mengusung konsep leisure mall guna mengantisipasi pelemahan daya beli masyarakat.
“Kami hadirkan leisure mall sebagai destination. Orang datang menikmati pengalaman, dan akhirnya berbelanja,” ucap Surina.
Untuk menjaga kestabilan trafik pengunjung, INPP memperbesar komposisi tenant Food and Beverage (F&B) yang dikelola melalui Cornerstone, anak usaha INPP yang fokus pada manajemen ekosistem aktivitas mal.
Baca Juga: Laba Bersih Pengembang Mal Ikonik Ini Meroket 121 Persen
Ekspansi ke Kota Kedelapan
Selain Semarang, INPP melebarkan sayap ke Balikpapan melalui proyek landed residential perdana bernama 88 Plaza.
Presiden Direktur sekaligus CEO INPP, Anthony Prabowo Susilo, mengungkapkan proyek di atas lahan seluas 8 hektare ini dikembangkan secara bertahap dengan investasi sekitar Rp100-150 miliar per fase pembangunan.
“Dinamakan 88 karena kota ke-8, luas lahan 8 hektare, dan bentuk site plan menyerupai angka delapan,” bebernya.






