Hal senada diungkapkan oleh Slamet Barokah, Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI). Ia mencatat bahwa selama 16 hari pengaturan intensif, ribuan kendaraan berhasil melintas dengan aman.
“Selama lebih dari 16 hari pengaturan dilakukan, ribuan kendaraan bisa melintas dengan aman, bahkan tanpa kecelakaan. Ini menunjukkan kerja keras luar biasa dari petugas di lapangan,” beber Slamet.
Sisi Humanis di Tengah Antrean
Di balik ketegasan mengatur lalu lintas, jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi juga melakukan aksi simpatik dengan membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada para sopir yang tertahan di kantong parkir Pelabuhan Bulusan.
Eko Priyono, seorang sopir logistik asal Pasuruan, mengaku sangat terbantu dengan perhatian kecil tersebut di tengah keletihan menunggu antrean kapal menuju Bali.
Baca Juga: Ada Penyekatan Jalan Menuju Pelabuhan Ketapang, ASDP: Solusinya Tiket Online
“Saya senang dan berterima kasih. Di tengah kondisi macet yang melelahkan, masih ada perhatian dari kepolisian kepada kami para sopir. Nasi bungkus ini menambah semangat kami,” ungkap Eko.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq, menegaskan bahwa personelnya akan tetap disiagakan untuk memastikan pelayanan maksimal bagi pengguna jalan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan berterima kasih atas kesabaran para pengemudi selama proses penguraian arus.
“Kami terus mendampingi para pengemudi di kantong parkir agar mereka merasa aman dan terlayani dengan baik,” tandas Rofiq. (*)




