Nasib Biji Kakao dan Komoditas Kehutanan
Berbanding terbalik dengan sawit, komoditas biji kakao justru mengalami kelesuan. HR biji kakao periode Maret 2026 terjun bebas sebesar 29,21 persen menjadi USD 4.047,45 per MT.
Baca Juga: Mengejar Target Rp119 Triliun: Sinergi Kemendag dan Ritel Lewat Program Belanja Friday Mubarak
Penurunan ini menyeret Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao ke level USD 3.722 per MT, terkoreksi sekitar USD 1.628 dari bulan sebelumnya.
“Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading,” ungkap Tommy.
Di sektor kehutanan, getah pinus mencatatkan kenaikan harga sebesar 4,88 persen menjadi USD 903 per MT.
Sementara itu, HPE untuk produk kayu olahan menunjukkan tren bervariasi; beberapa jenis seperti kayu veneer dan kayu lapis mengalami kenaikan harga, namun kayu olahan jenis merbau dan jati justru tercatat stagnan atau menurun.
Seluruh ketetapan ini telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 373 Tahun 2026 sebagai acuan resmi bagi para pelaku usaha dan otoritas kepabeanan selama bulan Maret mendatang.






