URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H.
Melalui serangkaian inspeksi mendadak ke pasar rakyat dan distributor, pemerintah berupaya menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat hingga hari raya Lebaran 2026 mendatang.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, kementeriannya terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan produsen untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan rantai distribusi tidak terhambat, terutama di wilayah yang sempat terdampak cuaca ekstrem.
“Kemendag terus memantau di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan bapok tetap tersedia dan harga terkendali. Kami ingin masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dengan tenang karena kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga: Taruh Harap di Pasar Palembang Jelang Ramadhan, Mendag Busan Pastikan Harga Bapok Stabil
Pantauan Harga di Berbagai Daerah
Hingga awal Maret 2026, Mendag yang akrab disapa Busan ini telah menyisir pasar rakyat di Sukoharjo, Palembang, hingga Makassar.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pemantauan di wilayah Jabodetabek. Hasil pantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas utama masih berada dalam rentang stabil.
Beberapa harga komoditas tercatat sebagai berikut:
- Daging Sapi: Rp130.000–Rp140.000 per kg
- Daging Ayam Ras: Rp30.000–Rp32.000 per kg
- Telur Ayam Ras: Rp28.000–Rp28.800 per kg
- Beras SPHP Bulog: Rp12.200–Rp12.600 per kg
- Gula Pasir: Rp17.000–Rp18.000 per kg
Kemendag juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan aktivitas dagang di wilayah terdampak banjir Sumatra, seperti Aceh dan Sumatra Utara. Berdasarkan data per 12 Februari 2026, sekitar 95 persen gerai ritel di wilayah tersebut sudah kembali beroperasi normal untuk menyuplai kebutuhan warga.




