Produksi Migas Digenjot: Industri Asuransi Siap Tangkap Peluang Risiko di Sektor Hulu Energi

Suasana "Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa" di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026 dalam mendukung target produksi 1 juta barel. (Foto: Urbancity)

URBANCITY.CO.ID – Ambisi pemerintah untuk menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional membawa angin segar bagi industri asuransi dalam negeri.

Peningkatan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi di sektor hulu migas diprediksi akan meningkatkan permintaan perlindungan aset terhadap risiko operasional yang kompleks.

Dalam diskusi “Bincang Santai EITS” di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, mengungkapkan pemerintah tengah mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) pada 2030.

Salah satu strateginya adalah menawarkan 110 wilayah kerja migas potensial kepada investor. “Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti enhanced oil recovery (EOR), horizontal drilling, serta reaktivasi ribuan sumur idle guna meningkatkan produksi nasional,” ujar Agung.

Baca Juga: Teknologi ADAS di Mobil Modern: Inovasi Bosch untuk Kurangi Risiko Kecelakaan Akibat Human Error

Mitigasi Risiko Investasi Jumbo

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono.

Sektor hulu migas dikenal sebagai industri dengan karakteristik high risk dan high capital. Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), Adi Pramana, menilai setiap peningkatan aktivitas hulu akan berbanding lurus dengan kebutuhan proteksi finansial dari ancaman kecelakaan kerja hingga kerusakan lingkungan.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.