Integrasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok ekspor nasional.
Baca Juga: Kemendag dan OJK Koordinasi Tata Kelola Penagihan: PUJK Nakal Terancam Denda Rp15 Miliar
UMKM Bidik ‘Repeat Order’
Kesuksesan tahun lalu menjadi pelecut semangat. Pada CAEXPO 2025, Indonesia berhasil membukukan transaksi sebesar USD 132,07 juta atau sekitar Rp2,17 triliun.
Produk seperti bandeng presto dari Kalimantan Utara hingga minyak atsiri binaan Pertamina menjadi primadona yang meraup kontrak miliaran rupiah.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Anzhar Cakra Wijaya, mengingatkan pentingnya kurasi ketat agar produk UMKM yang dibawa mampu memenuhi standar kualitas Tiongkok yang tinggi. “Perlu kurasi tepat dan cermat untuk memaksimalkan upaya tersebut,” tegas Andi.
Selain pameran fisik, Kemendag juga menyiapkan skema business pitching daring dan business matching bersama Atase Perdagangan di Beijing serta ITPC Shanghai.
Momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok serta status keanggotaan Indonesia dalam BRICS diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan investasi dan perdagangan bilateral yang lebih konkret dan berkelanjutan. (*)






