Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Adie Rochmanto Pandiangan menyoroti pembentukan Migrant Center sebagai pusat layanan satu pintu bagi calon pekerja profesional.
Layanan terpadu ini menyinergikan seluruh fasilitas pendidikan vokasi Kemenperin dan Balai Diklat Industri.
Baca Juga: Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diperpanjang: Cek Jadwal Terbaru dan Cara Daftar Gratis
“Dalam kerja sama tersebut, BPSDMI dan Direktorat Jenderal P3KLN mengidentifikasi peluang kerja sektor industri manufaktur dan/atau sektor lainnya di luar negeri dan potensi ketersediaan lulusan pendidikan vokasi industri,” jelas Adie.
Kemenperin mengoperasikan 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK berstandar industri modern. Jaringan pendidikan kejuruan ini membuka gerbang karier bergengsi bagi generasi muda urban untuk bersaing secara profesional dan mandiri di panggung internasional.
“Semoga sinergi ini menjadi landasan yang semakin kuat bagi pengembangan pekerja migran Indonesia yang kompeten, profesional, produktif, dan terlindungi, serta memberikan kontribusi bagi peningkatan daya saing industri nasional,” kata Adie.




