URBANCITY.CO.ID – Kemenperin gandeng startup, akses kerja disabilitas di industri manufaktur. Pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri manufaktur sebagai penggerak utama perekonomian nasional, dengan fokus tidak hanya pada kuantitas lapangan kerja, tapi juga inklusivitas.
Kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas menjadi prioritas, agar mereka bisa berperan aktif dalam pembangunan industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan, penguatan manufaktur harus sejalan dengan keadilan sosial.
“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen memastikan agar pembangunan industri juga membuka ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat berkontribusi secara produktif dan mandiri dalam ekosistem industri nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga: Dorong Industri IKM, Kemenperin Resmikan Sentra Fesyen di Bintan
Langkah nyata diambil Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) yang berkolaborasi dengan startup Top Loker. Mereka gelar kegiatan “Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas” di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang pada 28 Januari 2026.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut ini sebagai kolaborasi pemerintah-swasta untuk perluas akses kerja inklusif.
“Kami bersama startup Top Loker menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas untuk dapat berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” jelas Reni.




