Dalam upaya ini, Kemenperin melalui BPSDMI sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Sri Lanka, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri dan Export Development Board (EDB) Sri Lanka.
“Kerja sama dengan Sri Lanka ini dapat meningkatkan expertise yang dimiliki SDM industri nasional dan merupakan sebuah kesempatan untuk menunjukkan best practice di Indonesia kepada dunia,” ungkap Masrokhan.
Baca Juga: Ekspor Perhiasan Capai USD 5,5 Miliar, Kemenperin Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kerja sama ini akan melibatkan pelatihan pengolahan produk kulit bagi tenaga kerja industri Sri Lanka, yang akan dipandu oleh pengajar dari Politeknik ATK Yogyakarta, lembaga pendidikan vokasi Kemenperin yang memiliki spesialisasi di bidang industri kulit dan alas kaki.
“Pelatihan ini dibiayai sepenuhnya oleh EDB Sri Lanka dan rencananya akan diselenggarakan selama dua minggu pada bulan Agustus 2025 dengan peserta berjumlah 10 orang,” jelas Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan.
Sonny menambahkan, sebelum pelatihan dimulai, calon peserta akan menjalani pre-test untuk mengukur level kompetensinya. Selain itu, peserta juga akan melakukan kunjungan ke industri terkait untuk mempelajari sistem produksi di Indonesia.
“Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk melakukan kerja sama dalam bentuk pelatihan ini. Tenaga kerja industri di Sri Lanka butuh belajar banyak dari Indonesia dalam bidang pengolahan kulit, termasuk untuk produk alas kaki,” ujar Head of Mission Kementerian Luar Negeri Sri Lanka Nilanthi K. Pelawaaththage.






