Menembus Captive Market
Mendag Busan menekankan bahwa ekosistem transportasi publik adalah captive market yang sangat besar. Dengan 15 jalur kereta intercity dan volume penumpang mencapai 51 juta orang per tahun, peluang UMKM untuk naik kelas terbuka lebar.
Baca Juga: Mendag Busan Buka Pasar Murah Ramadan, Harga Minyakita Turun Pascaterbitnya Permendag Baru
“Peningkatan penumpang juga terjadi pada momen Lebaran seiring kenaikan mobilitas akibat arus mudik. Kemendag akan terus membantu agar produk UMKM kita semakin dikenal masyarakat, salah satunya dengan menyasar para penumpang kereta api,” paparnya.
Senada dengan Busan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi terobosan ini. Ia mendorong agar ekspansi produk lokal tidak berhenti di kereta api saja.
“Kami berharap produk-produk UMKM juga dapat dipasarkan di moda transportasi lain, seperti bus, kapal kemudian juga di berbagai stasiun, pelabuhan, hingga bandara,” ujar Menhub Dudy.
Respons Pelaku Usaha dan Penumpang
Sri Widiana, pemilik jenama Olasing, salah satu UMKM yang lolos kurasi, mengaku optimis dengan kerja sama ini.
“Saya mendapat pengalaman baru dengan masuk ke jaringan PT KAI. Semoga produk saya bisa menjadi unggulan, bisa terus berlanjut (di PT KAI), dan semakin banyak orang yang bisa membeli dari mana-mana,” ujar perempuan yang akrab disapa Ana tersebut.
Baca Juga: Taruh Harap di Pasar Palembang Jelang Ramadhan, Mendag Busan Pastikan Harga Bapok Stabil
Kehadiran camilan lokal ini pun disambut baik oleh pengguna jasa kereta api. Alifta, penumpang tujuan Malang, mengaku lebih memilih camilan praktis selama perjalanan.




