Baca Juga: Dukung Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Tanam 22 Ribu Pohon di Sekitar Kilang
Selain itu, aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) diperketat guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
“Tugas kilang adalah dapat beroperasi dan memproduksi produk BBM dan Non BBM sesuai dengan yang telah direncanakan. KPI memiliki 6 kilang dan setiap kilang membentuk satgas yang bertugas untuk mengawal produksi,” jelas Roberth.
Sistem Pantau Real-Time
Guna memastikan proses pengolahan berjalan lancar, Pertamina memanfaatkan sistem pelaporan real-time. Tim Satgas dapat memantau kondisi teknis masing-masing kilang setiap saat, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan terukur jika terjadi kendala.
Pengawasan ini juga diperkuat dengan kunjungan lapangan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ke lokasi strategis seperti Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai.
Sebagai catatan, kinerja kilang Pertamina sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Total bahan baku yang diolah mencapai lebih dari 330 juta barel, melampaui target awal sebesar 315 juta barel atau naik sekitar 5,8 persen.
Baca Juga: Pertamina Raih Sertifikasi ISCC untuk Kilang Dumai dan Balongan, Siap Produksi Bioavtur SAF 2026
“Kami tentunya juga memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan agar operasional kilang tetap berjalan dengan aman dan lancar. PPN sebagai bagian dari Pertamina akan siap menjaga pasokan energi di masa Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” pungkas Roberth. (*)






