Budi menambahkan bahwa Hutama Karya juga terlibat dalam beberapa proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), seperti Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim dengan biaya investasi Rp3,3 triliun. Selain itu, perusahaan ini juga ditunjuk sebagai pemenang proyek pembangunan Flyover Panorama I di Sumatera Barat.
Baca Juga: Hutama Karya Siapkan Tiga Ruas Tol Fungsional untuk Mudik Lebaran 2025
Untuk meningkatkan kinerja konstruksi, Hutama Karya terus melakukan penguatan dalam pengendalian biaya, mutu, dan waktu. Budi menjelaskan, “Di tahun 2024, Proyek-Proyek BUMN mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi mencapai 85 persen.”
Berbagai proyek infrastruktur yang berhasil diselesaikan pada tahun 2024 antara lain RSIA Sardjito di Yogyakarta, Menara Turyapada, dan proyek-proyek di Bali. Selain itu, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kobema di Bengkulu dan pengamanan pantai di Jakarta juga telah rampung.
Hutama Karya juga berhasil menambah panjang Jalan Tol Trans Sumatera dengan membangun 83,9 km jalan tol, sehingga total panjang yang telah dibangun mencapai 1.043 km. Beberapa ruas tol yang diresmikan pada tahun 2024 antara lain Jalan Tol Indrapura – Kisaran dan Jalan Tol Pekanbaru – Padang.
Dari segi pengelolaan jalan tol, Hutama Karya mencatatkan peningkatan lalu lintas yang signifikan. Di Sumatera, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung mencatat LHR sebesar 9.297 kendaraan per hari, sedangkan di Jawa, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Selatan mencatat LHR sebesar 145.053 kendaraan per hari.