URBANCITY.CO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sukses mencatatkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun buku 2025.
Subholding Gas Pertamina ini membukukan pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini didorong oleh penguatan fundamental pada segmen bisnis inti midstream dan downstream.
Pertumbuhan kinerja operasional menjadi motor utama kenaikan pendapatan tersebut. PGN mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD, sementara volume transmisi gas naik 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD.
Di sektor infrastruktur LNG, volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Arun melonjak 17 persen atau mencapai 254 BBTUD.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa keandalan layanan bagi pelanggan industri maupun pembangkit listrik tetap menjadi prioritas perusahaan.
Baca Juga: Tembus Daftar TIME: PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik di Kawasan Asia-Pasifik
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Efisiensi Beban dan Arus Kas Solid
Selain ekspansi infrastruktur yang mencakup penambahan 230 km jaringan pipa distribusi, PGN juga melakukan efisiensi ketat.
Beban umum dan administrasi berhasil dipangkas hingga US$ 33,3 juta atau turun 17 persen dari tahun lalu. Kontribusi laba dari entitas patungan (joint venture) pun terkerek naik menjadi US$ 76,4 juta.




