Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi yang dijalankan secara konsisten, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Pertumbuhan Kredit Sehat dan Manajemen Risiko Terkendali
Investor institusional maupun ritel menempatkan kualitas aset dan ketahanan neraca sebagai indikator kunci dalam menilai kesehatan sebuah institusi keuangan.
BNI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun per Juni 2026, ditopang diversifikasi portofolio yang sangat disiplin.
Baca Juga:Â Ketua Komisi XI DPR Misbakhun Apresiasi Digitalisasi dan Kinerja BNI
Ekspansi pembiayaan yang terukur ini memberikan rasa aman bagi para pemilik modal yang mengincar pertumbuhan aset secara berkelanjutan.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, hingga akhir Juni 2026, kredit BNI tumbuh 24,4% secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis utama, mulai dari korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer.
Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.
Strategi intermediasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat, CASA BNI tumbuh 11,2% secara tahunan sehingga mampu mempertahankan rasio CASA pada level 65,4%.




