Keberhasilan misi ini bergantung pada ketepatan waktu keberangkatan, pemilihan rute, dan kesiapan seluruh kru di atas kapal.
Baca juga: Inti Kesepakatan Trump dan Xi Jinping: Dari Boeing hingga Selat Hormuz
PIS memenuhi puluhan persyaratan mulai dari aspek teknis, asuransi, hingga keamanan sebelum memutuskan untuk bergerak meninggalkan perairan Teluk Arab.
Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat.
“Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” kata Vega.
Sukses Melintasi Titik Kritis
Gamsunoro akhirnya tiba di wilayah aman pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, tepat 16 jam setelah keberangkatan.
Pencapaian ini mengakhiri penantian panjang armada tersebut akibat situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Iran Bakal Bebaskan Tarif Selat Hormuz bagi Negara Sahabat, Rusia Masuk Daftar
Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas koordinasi lintas lembaga serta disiplin tinggi dalam penerapan prosedur keselamatan pelayaran internasional.
Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan armada lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride, untuk melakukan perjalanan serupa.
Manajemen PIS terus memantau perkembangan lalu lintas pelayaran dan faktor risiko keamanan sebelum memberikan izin keberangkatan bagi kapal tersebut.
“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” pungkas Vega. (*)




