Baca juga: Konektivitas Pulau Lancar, BUMN ASDP Kantongi Pendapatan Jumbo Rp4,96 Triliun
Manajemen mengirimkan utusan khusus ke rumah sakit untuk mempermudah proses administrasi dan logistik keluarga pasien.
“Kami ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan,” kata Dirut ASDP itu.
Melokalisasi Letupan Hidrolik dalam Waktu Empat Menit
Aksi penyelamatan kilat dari para kru kapal berhasil mencegah timbulnya korban jiwa dalam tragedi ini.
Tim penyelamat mengevakuasi sekitar 15 orang yang menderita luka bakar serius akibat semburan hawa panas di dek bawah.
Petugas melarikan belasan korban tersebut ke rumah sakit terdekat menggunakan armada ambulans pelabuhan guna mendapatkan pertolongan pertama dari tim dokter spesialis.
Baca juga: HUT ke-53 ASDP: Perkuat Komitmen Keselamatan dan Catat Kinerja Positif di 2025
Berdasarkan hasil pemetaan kronologi awal, tim teknis menduga letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin memicu munculnya percikan api.
Awak kapal yang berjaga langsung mengaktifkan sistem alarm darurat, menyemprotkan tabung pemadam, dan menggiring penumpang keluar lambung kapal.
Respons taktis para kru sukses menjinakkan amukan si jago merah hanya dalam durasi tiga hingga empat menit sehingga api gagal merambat ke tangki bahan bakar.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menggerakkan seluruh personelnya di lapangan untuk mempercepat koordinasi lintas instansi.




