Kedua satwa ini dikategorikan sebagai umbrella species (spesies payung), di mana perlindungan terhadap habitat mereka otomatis akan menyelamatkan ratusan spesies lain di ekosistem yang sama.
Baca Juga: Dukung PBSI, BNI Konsisten Kawal Prestasi Bulu Tangkis Indonesia di Panggung Dunia
Gandeng Kementerian dan LSM, Benahi Habitat Rusak
Demi memastikan program berjalan efektif, BNI menjalin sinergi lintas sektor dengan Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalimantan Timur, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan Alert Indonesia.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sokongan dana, tetapi juga menyentuh aspek teknis pemulihan habitat dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung. Beberapa program strategis yang dijalankan meliputi:
- Konservasi dan rehabilitasi individu Orangutan Kalimantan.
- Penanaman pohon pakan satwa dan restorasi hutan yang terdegradasi.
- Pemetaan genetik Badak Jawa untuk mencegah perkawinan sedarah (inbreeding).
- Eradikasi tanaman langkap yang mengganggu ketersediaan makanan badak di Ujung Kulon.
- Pengembangan ekonomi desa penyangga berbasis pertanian berkelanjutan.
Baca Juga: BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis: Zaki Ubaidillah Melaju di Thailand Open 2026
Melalui pendekatan komprehensif ini, fungsi hutan diharapkan dapat kembali pulih sekaligus menekan angka perburuan liar akibat konflik satwa dengan manusia.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga kelestarian spesies langka Indonesia. Kami berharap upaya yang dilakukan bersama para mitra dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang,” kata Okki memungkasi penjelasannya. (*)





