“PROPER Emas dan Hijau yang didapatkan tahun ini merupakan bukti konsistensi PGN Group tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berdedikasi terhadap penurunan emisi, efisiensi energi, pelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Arief.
Baca Juga: Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Kendaraan di Tengah Krisis Global
Salah satu program unggulan yang mencuri perhatian adalah Pesona Tani Dewa (Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagardewa) di Sumatera Selatan.
Program ini menjadi solusi bagi petani karet yang menghadapi penurunan produktivitas kebun sekaligus menjadi benteng pencegahan kebakaran lahan.
Melampaui Kepatuhan Lewat Inovasi Hijau
Selain predikat emas, PGN Group juga meraih lima penghargaan PROPER Hijau, yang diberikan kepada unit yang melakukan pengelolaan lingkungan di atas standar yang dipersyaratkan (beyond compliance).
Unit tersebut di antaranya Stasiun Panaran, Stasiun Cimanggis, Pertagas West Java Area, PGN SOR III, dan Saka Energi Indonesia.
Baca Juga: PGN Siapkan CAPEX USD 353 Juta pada 2026 Guna Perkuat Jaringan Gas dan Tekan Emisi Karbon
Inovasi teknis juga menjadi sorotan, seperti program PERSOFEXT di Pertagas OKA yang mampu menekan penggunaan air hingga 4 meter kubik. Selain itu, penggunaan Industrial Wipes berhasil memangkas limbah B3 sebanyak 34,2 kilogram per tahun.
Arief menegaskan, PGN berkomitmen menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menggerakkan ekonomi yang inklusif.






