Debitur asal Tulungagung yang memanfaatkan KPP untuk usahanya merasakan langsung efisiensi biaya bunga yang turun drastis dari 12 persen menjadi 6 persen.
Inovasi pembiayaan ini membuktikan bahwa pemerintah serius dalam memperkuat daya beli masyarakat.
Bahkan, menggerakkan roda ekonomi daerah melalui dukungan langsung terhadap pelaku usaha sektor perumahan.
Antusiasme publik yang sangat tinggi memicu pemerintah untuk meningkatkan plafon KPP secara signifikan demi menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Minggu lalu saya dipanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” kata Menteri PKP.
Karena antusiasme masyarakat sangat tinggi, plafon Kredit Program Perumahan tahun ini ditingkatkan dari semula Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Baca juga: Diversifikasi Sumber Pertumbuhan, BRI Perkuat Segmen Konsumer dan Layanan Bank Emas
“Ini menunjukkan pemerintah serius memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” imbuhnya.
Komitmen BRI dalam Pemerataan Ekonomi
BRI sebagai bank milik rakyat memainkan peran vital dalam mendistribusikan KPP secara masif ke berbagai pelosok Indonesia.
Hingga akhir Juni 2026, BRI mencatatkan realisasi penyaluran yang impresif.
Hal itu membuktikan bahwa integrasi antara kebijakan pemerintah dan eksekusi perbankan mampu membawa dampak nyata.
Kolaborasi dengan BP Tapera dan pemerintah daerah ini memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan tepat sasaran.
Bahkan, mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik pembiayaan yang tidak sehat.
Selain itu, mampu memperkuat pondasi ekonomi keluarga melalui hunian yang produktif.




