URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban kini memiliki akses finansial yang lebih manusiawi berkat kehadiran Kredit Program Perumahan (KPP).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau.
Tujuannya jelas: menghindari jeratan pinjaman informal terutama dari para rentenir yang memasang tarif bunga tinggi.
Dengan bunga yang jauh lebih kompetitif, KPP tidak hanya menjadi instrumen untuk memiliki hunian layak.
Tetapi juga menjadi modal produktif bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan taraf hidup keluarga secara berkelanjutan.
Baca juga: Sasar Potensi PDB Global, Menlu Sugiono Ungkap Indonesia Segera Bergabung ke Bank BRICS
Menteri PKP menekankan pentingnya memberikan pilihan pembiayaan yang memihak kepada rakyat kecil.
“Kalau masih banyak masyarakat yang terjerat rentenir, berarti negara harus hadir,” ujarnya.
Menurutnya, kita tidak perlu marah kepada rentenir, tetapi menghadirkan solusi yang lebih baik.
Sebab, KPP memberikan akses yang lebih mudah, proses yang lebih cepat, dan bunga yang jauh lebih rendah.
“Sehingga masyarakat memiliki pilihan pembiayaan yang lebih menguntungkan,” tambah Menteri yang akrab disapa Ara.
Katalis Pertumbuhan UMKM dan Sektor Properti
Program KPP kini mencakup seluruh ekosistem perumahan, mulai dari sisi demand bagi masyarakat yang merenovasi rumah hingga sisi supply bagi kontraktor dan toko material bangunan.
Baca juga: Bank BRI – Universitas Indonesia Resmikan Work Startup Center




