“Bagaimana tender rakyat ini dapat melakukan efisiensi yang luar biasa. Intinya supaya program perumahan dapat tepat sasaran dan berkualitas, mari kita budayakan anti korupsi,” tegas Heri.
Baca Juga:Â Percepat Hunian Layak di NTT, Menteri Maruarar Sirait Guyur 11.000 Unit BSPS
Separuh Masalah Perumahan Jatim Teratasi
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyambut positif lonjakan kuota ini. Menurut Emil, dari hasil penyisiran data kemiskinan di Jawa Timur, terdapat sekitar 66.000 rumah yang mendesak untuk diperbaiki. Dengan alokasi 33.000 unit dari kementerian, separuh beban perumahan di Jawa Timur resmi tertangani.
“Barusan kita telah mengunjungi dua titik penerima bantuan yang menurut kami tepat sasaran. Maka hampir separuh permasalahan di Jawa Timur ditangani Pak Menteri PKP,” kata Emil Dardak.
Sinergi Pusat-Daerah dan Aspirasi Rakyat
Peningkatan kuota di Jawa Timur juga tidak lepas dari dukungan legislatif di Senayan. Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, mengibaratkan kedatangan bantuan ini seperti oase di gurun pasir bagi masyarakat Madura yang telah lama menunggu sentuhan pemerintah pusat.
Menteri Maruarar menegaskan bahwa seluruh dana bantuan berasal dari APBN dan dilarang keras ada potongan dalam bentuk apa pun.
Baca Juga:Â Maruarar Sirait Tinjau Bedah Rumah di Tangerang, Kuota BSPS Banten 2026 Naik Signifikan
“Ini hasil perjuangan bapak-bapak anggota DPR RI juga hingga kita bisa memberi alokasi jadi 33.000 di Jawa Timur. Pak Presiden ingin ada perubahan untuk perumahan. Menyala Madura!” pungkas Maruarar.






