URBANCITY.CO.ID – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan lompatan kinerja keuangan yang signifikan pada awal tahun 2026.
Anak usaha Garuda Indonesia Group di bidang perawatan pesawat (MRO) ini sukses membukukan laba berjalan sebesar USD6,76 juta, meroket 78,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan pendapatan Perseroan yang mencapai USD114,94 juta, tumbuh 20,53 persen secara tahunan.
Capaian ini menunjukkan efektivitas transformasi bisnis GMF dalam merespons meningkatnya kebutuhan layanan perawatan penerbangan global.
Baca Juga: BP BUMN Danantara Dorong Sinergi Perkuat Garuda Indonesia di Tengah Tekanan Harga Avtur
Strategi Transformasi dan Ekspansi Internasional
Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menegaskan bahwa hasil positif ini merupakan indikator kuat dari penguatan fundamental perusahaan.
Pertumbuhan laba dan pendapatan pada awal tahun ini mencerminkan momentum penguatan bisnis GMF yang semakin solid.
“Selain didukung peningkatan aktivitas maintenance, capaian ini juga menunjukkan semakin kompetitifnya kapabilitas GMF dalam menjawab kebutuhan industri aviasi domestik maupun internasional,” ujar Andi.
GMF juga mencatat sejarah dengan menyelesaikan full overhaul mesin CFM56-5B milik Citilink secara mandiri.
Baca Juga: Garuda Indonesia Obral Tiket Langsung Jakarta-Jeddah Mulai Rp4 Juta, Cek Syaratnya
Di pasar global, GMF memperluas jangkauan dengan menggandeng maskapai Korea Selatan seperti Airzeta dan T-Way, serta menyelesaikan proyek strategis untuk Korean Air dan Fiji Airways.




