Diversifikasi Bisnis dan Penguatan Modal
Tak hanya di sektor aviasi, GMF melakukan diversifikasi ke layanan engineering non-aviasi, termasuk proyek normalisasi PLTG untuk PLN Batam.
Langkah ini diperkuat dengan raihan sertifikasi internasional baru dari otoritas penerbangan Selandia Baru dan Aruba.
Kesehatan finansial perusahaan juga membaik signifikan. Total ekuitas GMF meningkat menjadi USD140,58 juta pada Maret 2026, yang didorong oleh akumulasi laba serta aksi korporasi penerbitan saham baru.
Baca Juga:Â Rekor Baru, OTP Garuda Indonesia Group Saat Lebaran 2026 Tembus 92,08 Persen
Pemulihan Konsolidasi Garuda Indonesia Group
Seiring dengan performa GMF, induk usahanya, Garuda Indonesia Group, juga menunjukkan tren pemulihan yang kuat.
Pendapatan konsolidasi grup tumbuh 5,36 persen menjadi USD762,35 juta, didukung oleh kenaikan trafik penumpang sebesar 6,76 persen.
Manajemen berhasil menekan rugi bersih grup sebesar 45,19 persen menjadi USD41,62 juta. Optimalisasi utilisasi armada dan program return to service menjadi kunci utama dalam memperkuat fundamental operasional national flag carrier ini menuju pertumbuhan berkelanjutan. (*)






