Kontras Malta dan Polusi Kota Besar
Di tengah rapor merah tersebut, Malta muncul sebagai anomali positif. Negara kepulauan ini mencatat penurunan polusi sebesar 24 persen. Keberhasilan ini dikaitkan dengan agresivitas kebijakan transisi energi dan pengetatan emisi kendaraan bermotor.
Sebaliknya, kota-kota ikonik justru terperosok dalam daftar wilayah paling tercemar. Paris sempat menduduki posisi lima besar kota paling berpolusi di dunia, disusul London yang masuk dalam jajaran sepuluh besar.
Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus Uni Eropa mengidentifikasi beberapa sumber polusi spesifik:
-
Sektor Pertanian: Emisi amonia yang tinggi.
-
Faktor Alami: Peningkatan serbuk sari (pollen).
-
Energi Fosil: Pembakaran bahan bakar fosil di Eropa Timur dan Balkan yang masih dominan.
-
Kondisi Atmosfer: Cuaca stagnan yang membuat polutan terperangkap di level rendah.
Negara-negara industri seperti Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, serta Inggris dan Irlandia diprediksi akan terus mengalami tekanan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menjadi pengingat bahwa transisi hijau di Eropa masih menghadapi tantangan teknis dan alam yang luar biasa besar.






