<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Gema takbir menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di Desa Rimba Jaya, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, terasa lebih nyaring tahun ini. Di kantor KUD Gemah Ripah, wajah para petani tampak semringah bukan tanpa alasan. Tahun ini, tiap anggota koperasi membawa pulang Tunjangan Hari Raya (THR) yang fantastis: Rp28 juta per orang. Angka ini jauh melampaui rata-rata THR karyawan kantoran di perkotaan. Keberhasilan ini menjadi buah manis dari konsistensi para petani dalam bermitra dengan PTPN IV PalmCo (dahulu PTPN V) selama bertahun-tahun dalam mengelola kebun sawit secara kolektif dan modern. “Alhamdulillah tahun ini Rp28 juta per petani,” ujar Supendi, Ketua KUD Gemah Ripah, saat ditemui di kantor koperasi, Sabtu, 21 Maret 2026. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/dirut-ptpn-iv-palmco-jatmiko-santosa-pasok-alat-keterampilan-untuk-siswa-slb-sri-mujinab-pekanbaru/">Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa Pasok Alat Keterampilan untuk Siswa SLB Sri Mujinab Pekanbaru</a></strong> <strong>Produktivitas yang Melonjak Tajam</strong> KUD Gemah Ripah mengelola hamparan kebun sawit seluas 703 hektare milik 352 petani anggota. Meski tanaman masih tergolong muda atau masuk kategori Tanaman Menghasilkan 2 (TM 2) dengan usia sekitar lima tahun, produktivitasnya tercatat melampaui rata-rata kebun rakyat pada umumnya. Sejarah mencatat lonjakan drastis sejak kemitraan diperkuat pada 2019. Pada fase TM 1, produksi hanya 3.500 ton tandan buah segar (TBS). Namun, setahun kemudian melonjak menjadi 8.500 ton. Sepanjang tahun 2025, angka tersebut menembus 13.200 ton dengan total pendapatan koperasi mencapai Rp42,49 miliar. Kini, rata-rata pendapatan rutin petani mencapai Rp5,5 juta per bulan. "Itu sudah di luar simpanan dan biaya operasional," tambah Supendi.<!--nextpage--> <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/palmco-perluas-44-ribu-hektare-sawit-berkelanjutan-di-riau-garap-skema-organik/">PalmCo Perluas 44 Ribu Hektare Sawit Berkelanjutan di Riau, Garap Skema Organik</a></strong> Stabilnya pendapatan ini tak lepas dari penerapan standar budidaya perusahaan (PTPN) yang ketat, mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pemupukan, hingga perawatan tanaman yang terencana. <strong>Kembali ke Khittah Perusahaan Negara</strong> Keberhasilan di Rimba Jaya ini dipandang sebagai model ideal hubungan antara perusahaan negara dan masyarakat. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyebut capaian ini merupakan buah dari visi "tumbuh bersama masyarakat" yang diusung sejak era Jatmiko Santosa memimpin PTPN V pada 2019, yang kini menjabat sebagai Dirut PalmCo. “Petani tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan baku, tetapi bagian dari ekosistem industri sawit yang sama,” kata Bambang. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/ekonomi-hijau-ptpn-iv-palmco-bangun-16-pabrik-cbg-target-serap-1-600-tenaga-kerja-baru/">Ekonomi Hijau: PTPN IV PalmCo Bangun 16 Pabrik CBG, Target Serap 1.600 Tenaga Kerja Baru</a></strong> Ia menegaskan bahwa perusahaan menempatkan asisten khusus untuk mendampingi petani mitra agar standar pengelolaan kebun rakyat setara dengan kebun inti milik perusahaan. <strong>Dampak Ekonomi Nyata</strong> Di Desa Rimba Jaya, THR puluhan juta rupiah itu segera berputar menjadi penggerak ekonomi desa. Perbaikan rumah, pembiayaan pendidikan anak hingga jenjang lebih tinggi, serta kemeriahan Lebaran yang lebih inklusif menjadi pemandangan nyata. PTPN IV PalmCo sendiri saat ini mengelola sekitar 56.000 hektare lahan plasma di Riau. Pola transparansi manajemen koperasi dan jaminan produktivitas yang diberikan perusahaan terbukti mampu mengangkat derajat hidup ribuan keluarga petani.<!--nextpage--> Bagi warga Rimba Jaya, Lebaran 2026 bukan sekadar ritual mudik, melainkan perayaan atas kemandirian ekonomi yang lahir dari kebun mereka sendiri. (*)