“Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pasar dalam negeri serta mendorong ekspor nasional,” tambahnya.
Sentuhan Lokal dan Produksi Dalam Negeri
General Manager Emerging Asia LEGO Group, Cedric Roose, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini didasari oleh potensi strategis Indonesia di Asia. Uniknya, gerai di Grand Indonesia mengombinasikan inovasi Denmark dengan identitas budaya lokal.
Pengunjung dapat menemui instalasi komodo, becak seukuran aslinya, hingga peta Indonesia yang seluruhnya disusun dari balok LEGO. Roose juga menonjolkan aspek manufaktur dalam kehadirannya di tanah air.
“Gerai ini juga memiliki fasilitas pembuat figur mini LEGO (minifigure factory) yang eksklusif hadir di Indonesia untuk kawasan Asia Tenggara. Lebih membanggakan lagi, Indonesia turut memproduksi berbagai set mainan ini secara lokal,” tutur Roose.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi Triwulan I 2026 Tembus Rp147,5 Triliun, Sektor Mineral Mendominasi
Komitmen LEGO Group di Indonesia telah berjalan lebih dari satu dekade, mencakup aspek komersial hingga produksi.
Kemendag pun mendorong agar raksasa mainan dunia ini memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, guna memperkuat ekosistem industri kreatif nasional.
Dengan sinergi ini, Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat industri mainan global yang mengintegrasikan perdagangan, kreativitas, dan pariwisata. (*)






