URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi meluncurkan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026. Dalam pameran dagang internasional terbesar di tanah air ini, pemerintah memasang target transaksi yang ambisius namun realistis sebesar USD 17,5 miliar.
Optimisme Budi didasarkan pada performa TEI tahun sebelumnya. Meski kala itu target dipatok pada angka USD 16,5 miliar, realisasinya justru melesat hingga mencapai USD 22,83 miliar.
“Target TEI tahun lalu adalah sebesar USD 16,5 miliar dan alhamdulillah terealisasi hingga USD 22,83 miliar. Tahun ini, kami tingkatkan targetnya menjadi USD 17,5 miliar. Kami optimistis target tahun ini dapat terlampaui dengan persiapan yang lebih komprehensif,” ujar Mendag Budi Santoso—yang akrab disapa Busan—saat peluncuran di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Strategi Tiga Tahap dan Jemput Bola
Untuk mencapai angka tersebut, Kementerian Perdagangan tidak hanya mengandalkan transaksi di lokasi pameran. Strategi yang dijalankan meliputi tiga tahapan terintegrasi: business matching prapameran, transaksi saat pameran, serta pengawalan kontrak pascapameran.
Baca Juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Kemendag memaksimalkan peran perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk menjaring pembeli (buyer) lebih awal.
“Jadi, ketika buyer datang ke TEI 2026, prosesnya tinggal finalisasi dan transaksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan transaksi terjadi sebelum pameran berlangsung,” kata Mendag Busan.




