Melalui kebiasaan baik ini, jajaran direksi hingga staf lapangan bisa membaur langsung tanpa sekat dengan masyarakat lokal.
“Iduladha bukan soal jumlah hewan kurban yang dikumpulkan, namun Iduladha merupakan waktu yang tepat untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kurban ini membawa manfaat bagi masyarakat serta semakin mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat,” ungkap Baron.
Kehangatan Iduladha tidak berhenti pada pembagian kantong daging kurban. Di beberapa unit operasi terpencil, Pertamina juga menggelar Salat Iduladha berjemaah.
Lapangan dan masjid kantor dibuka lebar agar para pekerja, keluarga, serta warga sekitar bisa bersujud bersama dalam kekhusyukan.
Baca Juga: Pertamina Group Borong 41 Penghargaan Internasional Bidang CSR dan ESG Berkelanjutan
Menjaga Ketahanan Energi Lewat Sinergi Sosial
Menurut Baron, keharmonisan dan hubungan baik antara pekerja dan masyarakat adalah modal utama yang tidak kasatmata.
Lingkungan kerja yang kondusif dan aman hanya bisa tercipta jika masyarakat sekitar merasa memiliki dan diuntungkan oleh kehadiran Pertamina. Ujung-ujungnya, produktivitas perusahaan dalam menyuplai energi pun akan ikut meningkat.
Bagi BUMN ini, Iduladha adalah motor penggerak untuk memperluas kontribusi sosial yang lebih berdampak. Semangat pengorbanan di hari raya diselaraskan dengan tanggung jawab besar yang diemban perusahaan dalam mengamankan pasokan energi dari sabang sampai merauke.
“Dengan semangat berbagi dan solidaritas, Pertamina terus berkomitmen untuk menjalankan amanah utama menjaga ketahanan energi nasional serta melaksanakan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan, untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Baron dengan optimis. (*)




