UBANCTY.CO.ID – Lampu sorot panggung perlahan berpendar, menyinari jemari mungil yang bergerak gemulai mengikuti irama gamelan.
Di sudut panggung, seorang instruktur memberikan aba-aba melalui bahasa isyarat yang tangkas. Di atas lantai kayu itu, keterbatasan fisik dan mental seolah lebur, berganti dengan kepercayaan diri yang memancar dari wajah-wajah para penari muda.
Mereka adalah siswa Sekolah Tari Gratis Sahabat Istimewa, sebuah program inisiatif PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).
Program yang baru saja menyabet penghargaan internasional di Mumbai, India ini, menyimpan ribuan cerita tentang harapan yang hampir padam, sebelum akhirnya kembali menyala lewat gerak tari.
Menembus Tembok Stigma
Bagi “Sinta” (nama samaran), seorang remaja pengidap autisme, dunia luar seringkali terasa bising dan membingungkan. Ibunya bercerita bahwa sebelum bergabung dengan kelas tari ini, Sinta sulit melakukan kontak mata dan kerap merasa cemas di ruang publik.
Baca Juga: PIEP Sabet Optimus Award 2025, Lampaui Target RKAP Tiga Tahun Beruntun
Namun, tari mengubah segalanya. Melalui gerakan yang repetitif dan disiplin gerak tubuh, Sinta menemukan cara untuk berkomunikasi tanpa kata-kata. Sekolah tari ini tidak hanya mengajarkan teknik menari, tetapi juga menjadi terapi sosial yang krusial.
“Bagi PIEP, CSR tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban perusahaan, melainkan sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian nyata terhadap komunitas yang tidak mendapat akses sosial dan pendidikan,” ujar Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam sebuah kesempatan.




