Kemendag telah melakukan berbagai langkah strategis melalui sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama BNPB, mulai dari aksi bersih pasar hingga penyaluran 100 unit tenda darurat. “Kami juga mengusulkan anggaran revitalisasi pasar bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan,” tambah Mendag.
Stabilitas Harga Bahan Pokok Menjelang Ramadan
Di tengah proses rekonstruksi fisik, stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjadi sorotan utama, terutama menjelang bulan Ramadan.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Siapkan Tiga Program Utama Buat Mewujudkan Indonesia Maju 2045
Di Sumatra Utara, harga bapok dilaporkan stabil di bawah rata-rata nasional, dengan pasokan MINYAKITA yang tetap terjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun, Mendag memberikan catatan khusus untuk wilayah Sumatra Barat. Meski relatif stabil, beberapa komoditas seperti cabai, daging ayam, dan daging sapi mulai menunjukkan potensi kenaikan harga akibat lonjakan permintaan musiman.
“Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan bapok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan bapok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga,” pungkasnya. (*)




