URBANCITY.CO.ID – Pasar hunian Indonesia memasuki Semester II 2026 dengan optimisme baru.
Pengamat properti Anton Sitorus melihat pergeseran fundamental dalam cara masyarakat urban memandang hunian.
Mereka kini menempatkan nilai guna dan efisiensi di atas segalanya.
“Hunian urban masa kini berfungsi sebagai hub produktivitas sekaligus tempat beristirahat yang menenangkan,” ujar Anton Sitorus.
Investasi properti di semester ini menuntut perspektif yang lebih strategis.
Investor cerdas mencari kawasan yang menawarkan aksesibilitas tinggi terhadap pusat kegiatan ekonomi.
Anton Sitorus menekankan, “Pilihlah hunian yang dekat dengan simpul transportasi massal karena itulah penentu utama apresiasi harga di masa depan.”
Baca juga:Â Chester Wisata Bukit Mas: Hunian Strategis Surabaya Barat dengan Fasilitas Rekreasi Keluarga Lengkap
Masyarakat urban kini memprioritaskan benefit yang nyata dari sebuah hunian.
Fasilitas seperti koneksi internet cepat, ruang kerja bersama, dan dekat dengan area komersial menjadi standar baru.
Pengembang yang gagal memenuhi kebutuhan ini akan kehilangan relevansinya di pasar yang sangat kompetitif.
Transformasi Desain: Efisiensi Ruang untuk Hidup Modern
Desain hunian Semester II 2026 mengadopsi konsep yang lebih adaptif.
Konsep desain fungsional menjadi jawaban atas keterbatasan ruang di area urban.
Anton Sitorus menjelaskan, “Efisiensi ruang bukan tentang memperkecil luasan, melainkan tentang mengoptimalkan setiap sudut agar bermanfaat bagi pemiliknya.”
Baca juga:Â Lippo Group Hibahkan 30 Hektare Lahan untuk Program 3 Juta Rumah: Solusi Hunian Vertikal Urban




