URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan mulai melirik potensi besar ekspor jasa dari bangku sekolah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmennya untuk menjembatani karya siswa sekolah vokasi agar mampu menembus industri internasional melalui skema business matching yang difasilitasi oleh perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri.
Dalam kunjungan kerjanya di Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 12 Maret 2026, Mendag menyambangi tiga sekolah kejuruan binaan Djarum Foundation: SMK Raden Umar Said (animasi), SMK NU Banat (tata busana), dan SMK Wisudha Karya (teknik).
Budi menilai, talenta muda di sekolah-sekolah ini memiliki kompetensi yang layak “dijual” ke pasar global.
“Tugas kami adalah mencarikan pasarnya. Sebagai langkah selanjutnya, Kemendag akan memfasilitasi presentasi daring antara sekolah vokasi dan 46 perwadag RI untuk membantu pemasaran ke luar negeri,” ujar Mendag Budi Santoso saat meninjau studio animasi di SMK Raden Umar Said.
Baca Juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Menangkap Peluang Ekspor Jasa
Ekspor jasa, menurut Budi, merupakan sektor potensial yang kontribusinya terhadap PDB nasional masih perlu digenjot.
Data Bank Dunia menunjukkan rata-rata kontribusi jasa terhadap PDB dunia mencapai 63,3 persen, sementara Indonesia baru menyentuh 43,8 persen. Padahal, pada 2025, ekspor jasa Indonesia sudah mencatatkan nilai USD 42,80 miliar.
Sektor yang dibidik mencakup jasa gim, animasi, desain grafis, hingga fesyen. Di SMK Raden Umar Said, misalnya, Mendag bertemu dengan Alika, seorang siswi yang kini tengah mengerjakan proyek mini series animasi untuk sebuah jenama susu besar.




