Di sisi lain, pedagang telur dan ritel menyoroti infrastruktur yang belum pulih total. Jufri, pedagang telur, mengungkapkan harga satu papan telur mencapai Rp53.000 akibat distribusi dari Medan yang terhambat perbaikan jembatan. Hal senada disampaikan Faisal, pemilik Toko Telur Emas.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan jembatan pascabencana memaksa armada pengangkut mengambil rute memutar melalui jalur barat-selatan. Faisal mendesak pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen menggantikan jembatan darurat yang kapasitas angkutnya terbatas.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso: 91 Persen Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Beroperasi
Sinergi Pemulihan Ekonomi
Mendag Busan mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie, Bulog, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pasokan.
“Terima kasih Pak Bupati beserta Pak Wabup, Ibu Kepala Dinas Perdagangan, Bulog, Rajawali Nusindo dan seluruh pihak. Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga terjaga, kegiatan ekonomi dan perdagangan sudah kembali aktif,” tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag didampingi oleh Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan, dan Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya. (*)






