URBANCITY.CO.ID – Menelisik ekonomi Negara Republik Indonesia (RI): Napas panjang di ujung tahun. Di tengah bayang-bayang perlambatan global, ekonomi Indonesia justru menutup kalender 2025 dengan rapor mentereng.
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan kuartal IV melonjak ke angka 5,39 persen, membawa angka kumulatif tahunan di level 5,11 persen.
Gairah domestik, dari belanja warga hingga serapan anggaran pemerintah, menjadi jangkar yang menahan posisi Indonesia tetap di jalur hijau.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak semringah melihat akselerasi di pengujung tahun tersebut. Baginya, APBN telah bekerja keras menjadi “peredam kejut” sekaligus mesin penggerak.
“Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kinerja kuartal IV terakselerasi signifikan dan menjadi momentum untuk pertumbuhan lebih tinggi,” kata Purbaya. Ia menegaskan, ekonomi kini tak sekadar tumbuh tinggi, tapi juga bersandar pada pilar makrofiskal yang stabil.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Ekraf Daerah Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional
Geliat Dapur dan Piring Gratis
Konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung utama dengan pertumbuhan 4,98 persen sepanjang tahun. Daya beli warga yang terjaga tak lepas dari guyuran stimulus pemerintah, mulai dari bantuan tunai hingga program magang.
Sektor pariwisata dan gaya hidup pun ikut kecipratan berkah; hotel dan restoran tumbuh 7,41 persen, dipicu oleh mobilitas warga yang kian cair selama libur Natal dan Tahun Baru.
Menariknya, sektor pertanian ikut terdongkrak lewat kebijakan non-konvensional: Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan telur dan daging ayam yang melonjak untuk menyuplai program ini membuat sektor peternakan tumbuh 7,78 persen.




