“Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan hingga 5,14 persen pada kuartal IV,” tulis laporan tersebut, yang juga terbantu oleh dipangkasnya 145 regulasi distribusi pupuk yang selama ini membelit petani.
Baca Juga: Bank Mandiri Tetap Kokoh di 2025, Dorong Ekonomi Nasional
Mesin Industri dan Investasi
Di sektor produksi, manufaktur tetap ekspansif dengan pertumbuhan 5,30 persen. Industri logam dasar bahkan melesat 15,71 persen, sebuah bukti bahwa kebijakan hilirisasi mulai membuahkan hasil manis di pasar ekspor. Tak hanya barang, ekspor jasa pun menguat 12,5 persen seiring kembalinya arus wisatawan mancanegara ke tanah air.
Investasi pun tak mau kalah setir. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,09 persen, didorong oleh pengadaan mesin dan perlengkapan industri yang naik hampir 18 persen. Kehadiran Danantara dan belanja modal BUMN dinilai sukses memancing kepercayaan pemodal swasta, baik domestik maupun asing, yang realisasinya tumbuh 12,66 persen.
Vonis Spasial dan Target Ambisius
Secara kewilayahan, Sulawesi menjadi bintang dengan pertumbuhan 6,23 persen berkat hilirisasi mineral. Sementara itu, Maluku dan Papua harus puas tumbuh 1,44 persen akibat terkontraksinya sektor pertambangan yang dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global.
Baca Juga: Industri Pengolahan Kuasai Ekonomi Nasional 2025
Namun secara umum, kesejahteraan mulai merembes ke bawah; angka kemiskinan turun menjadi 8,25 persen dan pengangguran menyusut ke level 4,74 persen.
Pemerintah kini memasang target lebih tinggi: 5,4 persen untuk tahun 2026. Purbaya optimistis seluruh “mesin” pertumbuhan akan bergerak selaras.






