Gayung bersambut. Rektor UNEJ, Iwan Taruna, menilai edukasi ini krusial di tengah turbulensi ekonomi global yang sulit ditebak. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa manajemen risiko adalah bagian dari pertahanan ekonomi.
Baca Juga: OJK dan ADB Gelar ABMF 2026 untuk Pasar Obligasi Berkelanjutan
“Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian,” kata Iwan.
Tak sekadar diskusi, forum ini dikunci dengan aksi nyata. UNEJ meneken kerja sama dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Salah satu poin menariknya adalah peluncuran Beasiswa Harry Dyah untuk mahasiswa yang berani membedah topik asuransi jiwa dalam skripsinya.
Sebuah upaya untuk mengawinkan dunia menara gading dengan realitas industri yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri. (*)






