URBANCITY.CO.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, guna mematangkan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah berjuluk “Serambi Madinah” tersebut.
Meski pergerakannya tidak semasif di Pulau Jawa, Gorontalo memegang peran krusial sebagai hub utama yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi.
Berdasarkan hasil survei, pergerakan masyarakat yang keluar dari Provinsi Gorontalo pada masa Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 870 ribu orang.
Menhub Dudy menegaskan bahwa simpul transportasi seperti Bandara Djalaluddin dan pelabuhan penyeberangan harus mendapatkan perhatian khusus demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Baca Juga: Menhub Dudy Waspadai Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Penerbangan Internasional dan Umrah
“Kontribusi pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 yang berasal dari Provinsi Gorontalo tidak boleh dipandang sebelah mata. Simpul-simpul transportasi di wilayah ini harus dipersiapkan sebaik mungkin,” ujar Menhub Dudy di Gorontalo, Jumat, 27 Februari 2026.
Antisipasi Pasar Senggol hingga Lebaran Ketupat
Menhub meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo mewaspadai titik kemacetan yang dipicu fenomena lokal dan tradisi tahunan.
Beberapa di antaranya adalah Pasar Qunut, Pasar Senggol, tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu), hingga perayaan Lebaran Ketupat yang kerap memicu konsentrasi massa di jalur arteri.
Selain jalur darat, aspek keselamatan pada tiga lintasan penyeberangan utama—Gorontalo-Pagimana, Gorontalo-Ampana, dan Marisa-Ampana—menjadi prioritas.




