Menhub menginstruksikan kesiapan armada kapal, dermaga, serta pengaturan sistem tiket untuk menghindari penumpukan penumpang.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Strategi ASDP dan Kemenhub Urai Kepadatan di Jalur Merak–Bakauheni
“Kesiapan personel gabungan, infrastruktur jalan, dan pengaturan lalu lintas menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mengantisipasi kepadatan pada titik-titik tersebut,” tutur Menhub.
Optimalisasi 173 ‘Masjid Ramah Pemudik’
Untuk menekan angka kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor, Kemenhub bekerja sama dengan Kementerian Agama mendorong program “Masjid Ramah Pemudik”. Di Gorontalo, terdapat sekitar 173 masjid yang disiapkan sebagai rest area sementara.
“Kami berharap para pemudik dapat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” jelas Dudy. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh melintasi jalur Trans-Sulawesi.
Penerbangan Perintis dan Modifikasi Cuaca
Terkait konektivitas udara, Menhub menyoroti 9 rute penerbangan perintis yang menghubungkan Gorontalo dengan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Ia meminta pemangku kepentingan menjamin kepastian jadwal dan mewaspadai cuaca buruk.
Baca Juga: Menhub Dudy: Kebijakan FWA Jadi Kunci Pecah Kepadatan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Sebagai langkah antisipasi bencana hidrometeorologi, Kemenhub juga menyatakan dukungannya terhadap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) jika kondisi alam menunjukkan potensi gangguan signifikan selama periode mudik.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Dirjen dari empat matra transportasi serta unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo, menegaskan sinergi lintas sektoral demi mewujudkan mudik yang aman dan berkeselamatan. (*)






