Agus menekankan bahwa industri TPT dan pakaian jadi merupakan sektor padat karya yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Subsektor ini tumbuh 5,39 persen dan menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 3,7 juta pekerja.
“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: Menteri Agus: Sinergi RI-Tiongkok Cetak SDM Industri Unggul
Momentum Belanja Produk Lokal
Selain sandang, sektor penunjang penampilan seperti kosmetik juga mengalami peningkatan permintaan. Hingga akhir 2024, industri kosmetik tumbuh 4,3 persen dengan nilai ekspor mencapai USD 382,4 juta.
Menperin mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum Lebaran ini dengan memprioritaskan belanja produk lokal.
“Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja,” kata Agus.
Pemerintah berkomitmen terus memperkuat daya saing industri melalui kebijakan substitusi impor dan fasilitasi sertifikasi halal.
Dengan utilisasi kapasitas industri yang meningkat menjelang Idulfitri, stabilitas lapangan kerja di sektor padat karya diharapkan tetap terjaga, sekaligus mampu mendongkrak daya beli masyarakat secara keseluruhan. (*)





