URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam memajukan industri kreatif nasional melalui peresmian Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (8/5/2026).
Fasilitas ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk menembus pasar global.
BPIFK merupakan satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) yang berevolusi dari program Bali Creative Industry Center (BCIC).
Kehadirannya menjadi solusi bagi penguatan inovasi desain, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan akses pasar.
Baca Juga: Bidik Pasar Global: Kemenperin Pacu Literasi Bisnis IKM Kriya dan Fesyen
Kontribusi Ekonomi dan Investasi yang Masif
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa sektor fesyen dan kriya memiliki peran vital terhadap PDB nasional.
Tercatat pada triwulan I-2026, PDB sektor ini mencapai Rp120,13 triliun, atau naik 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa industri fesyen dan kriya nasional masih memiliki daya saing yang kuat di tengah dinamika pasar global,” ujar Menperin Agus Gumiwang.
Pertumbuhan positif ini juga diikuti oleh lonjakan investasi. Total investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Asing (PMA) di sektor ini menembus angka Rp14,21 triliun pada awal tahun 2026. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap potensi kreativitas Indonesia.




