URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah merancang strategi “keroyokan” untuk menangani kemiskinan dan kawasan kumuh di Provinsi Lampung.
Program ini tidak hanya berfokus pada renovasi fisik bangunan, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui sinergi perbankan dan lembaga pembiayaan.
Dalam pertemuan yang digelar Jumat, 20 Februari 2026, Maruarar menggandeng Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi.
Skema yang disiapkan mencakup penggabungan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), KUR Perumahan, hingga pemanfaatan dana CSR perusahaan.
“Kami menyiapkan program yang komprehensif. Pertama, BSPS. Kedua, Ibu Dirjen Perumahan Perkotaan menyiapkan KUR Perumahan. Dalam dua minggu ini akan dilakukan profiling, dan kami akan ke Lampung bersama BTN dan BRI untuk menjalin kerja sama,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Baca Juga: Menteri PKP Kejar Target Pembangunan Huntap Sumatera, Ratusan Unit Siap Huni Sebelum Lebaran
Rumah Layak dan Ekonomi Mandiri
Menteri Ara menekankan bahwa perbaikan kualitas rumah tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kemandirian ekonomi penghuninya. Oleh karena itu, ia mendorong pelibatan PNM Mekaar untuk membina nasabah di kantong-kantong kemiskinan Lampung.
“Saya sarankan agar daerah paling miskin di Kota Lampung menjadi prioritas. Sebagian pembiayaan bisa dari CSR dan BSPS, sekaligus PNM Mekar untuk membina ekonominya. Percuma kalau rumahnya direnovasi, tapi ekonominya tidak mandiri,” tegasnya.




