Lebih dari sekadar kuantitas, kualitas bangunan juga jadi prioritas. Ara menegaskan tak ingin lagi ada rumah subsidi yang mudah rusak. “Jangan lagi ada rumah subsidi yang belum setahun sudah retak-retak atau temboknya hancur. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Pengembang tepercaya dan pengawasan ketat akan dilibatkan untuk menjamin mutu bangunan.
Program ini turut didukung Presiden Prabowo dan sejumlah bank BUMN seperti BNI, Mandiri, dan BTN yang akan berbagi tugas dalam penyaluran KPR subsidi.
Baca juga : BTN Sediakan 30.000 Unit Rumah Subsidi untuk Perawat dan Tenaga Kesehatan, Ini Syarat dan Ketentuannya
“Misalnya, BNI urus satu kawasan, Mandiri yang lain, dan BTN juga ambil bagian,” jelas Ara.
Inisiatif ini menjadi bagian dari target ambisius pemerintah, yakni Program 3 Juta Rumah. Selain untuk wartawan, alokasi juga diberikan untuk profesi lain: guru (20.000 unit), tenaga kesehatan (30.000), petani (20.000), dan nelayan (20.000). Tahun ini, total kuota FLPP mencapai 420.000 unit.
Bagi kalangan wartawan, program ini menjadi angin segar. Hunian yang layak bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga jaminan untuk terus menjalankan fungsi sosial mereka tanpa terbebani biaya hidup tinggi.
Dengan rekam jejak dan jaringan Ara, publik berharap program ini dapat diwujudkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS






