Fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, hingga ruang kreatif akan dibangun dalam satu kawasan terpadu.
Baca Juga: Atasi Backlog, Pemerintah Bangun Hunian Vertikal di Lahan PT KAI Jakarta hingga Surabaya
“Selama ini belum ada TOD berbasis kawasan kereta api seperti ini di Bandung. Kita mulai dari sini. Kita akan cari skema pembiayaan terbaik dan jalankan secepatnya. Tanggal 25 April konsepnya akan dipaparkan,” tegas Ara.
Kolaborasi Pembiayaan dan Dukungan Swasta
Untuk merealisasikan proyek ambisius ini, Kementerian PKP membuka pintu kolaborasi bagi sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Ara mencontohkan komitmen perusahaan besar seperti Astra yang sebelumnya telah menyatakan kesanggupan membangun 1.000 unit rumah susun.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa kawasan Kiaracondong akan terkoneksi langsung dengan Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Bandung.
Baca Juga: Pemprov DKI Resmikan Hunian Kawasan Permukiman Vertikal di Palmerah
Hal ini diharapkan dapat menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui integrasi area bisnis dan ruang kreatif.
“Konsep TOD ini kawasan terintegrasi, ada kawasan hunian, kawasan bisnis, dan fasilitas umum. Jumlah unitnya masih dihitung dan akan dioptimalkan sesuai potensi lahan,” jelas Bobby.
Upaya sinergis antara kementerian, BUMN, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas tingginya kebutuhan hunian di pusat kota Bandung, sekaligus menciptakan pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*)






