Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, mencatat bahwa realisasi program BSPS hingga awal April telah melampaui proyeksi awal.
“Per 1 April, realisasi dan proyeksi percepatan BSPS telah mencapai Rp204,4 miliar, lebih tinggi dari target awal sebesar Rp163,8 miliar. Mudah-mudahan realisasinya bisa lebih cepat dari yang kami proyeksikan,” tutur Fitrah.
Capaian Pembiayaan dan Target Akhir Tahun
Di sektor pembiayaan, skema Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) menunjukkan tren positif. Sepanjang 1 Januari hingga 29 April 2026, penyaluran kredit mencapai Rp14,26 triliun atau sekitar 41,42 persen dari plafon tahunan, yang telah menyentuh 68.209 debitur.
Meski realisasi penyerapan anggaran kementerian per 1 Mei 2026 baru mencapai 6,21 persen atau sebesar Rp640 miliar, kementerian optimistis angka ini akan melonjak secara bertahap.
Target akhirnya, penyerapan anggaran diharapkan mampu menembus angka 97,48 persen pada pengujung Desember 2026.
Baca Juga: BNI Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah
Optimalisasi belanja ini diharapkan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif belanja negara, tetapi secara konkret memberikan dampak ekonomi melalui sektor konstruksi dan kawasan permukiman yang padat karya. (*)






