URBANCITY.CO.ID – Pemerintah mulai mematangkan strategi pengamanan di jalur penyeberangan tersibuk Merak–Bakauheni menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin langsung koordinasi lintas sektoral di Pelabuhan Merak untuk memastikan kelancaran mobilitas jutaan pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera.
Pratikno menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas guna menghindari penumpukan di area pelabuhan.
“Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman dan nyaman,” ujarnya saat kunjungan kerja, Sabtu, 14 Maret 2026.
Baca Juga: Kemenag Kembangkan Peta Jalan Moderasi Beragama
Strategi Delaying System dan Bufferzone
Guna mengantisipasi antrean panjang di gerbang pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menerapkan skema delaying system atau sistem penundaan kendaraan.
Kendaraan pemudik akan diarahkan ke sejumlah titik kantong parkir (bufferzone) sebelum diizinkan masuk ke area dermaga.
Di sisi Merak, bufferzone ditempatkan di Rest Area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak, serta Jalur Lingkar Selatan (JLS). Sementara di sisi Bakauheni, sistem serupa berlaku di tujuh titik rest area Jalan Tol Trans Sumatera serta Terminal Gayam.
Langkah ini diperkuat dengan pengerahan 1.185 personel pengamanan di Merak dan 741 personel di Bakauheni. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengingatkan seluruh operator untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu jadwal pelayaran.




