URBANCITY.CO.ID – Pemerintah mulai mematangkan skenario arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H atau 2026. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melaporkan proyeksi pergerakan masyarakat mencapai 143,91 juta orang atau mencakup 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Meski angka survei menunjukkan penurunan tipis sebesar 1,75 persen dibanding tahun lalu, Menhub mewaspadai realisasi di lapangan yang kerap melampaui prediksi.
Pada 2025 misalnya, angka pergerakan melonjak hingga 154 juta orang dari survei awal yang hanya 146 juta.
“Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 13 Maret 2026.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Strategi ASDP dan Kemenhub Urai Kepadatan di Jalur Merak–Bakauheni
Mobil Pribadi Jadi Pilihan Utama
Sektor transportasi darat diprediksi akan menanggung beban terberat. Mobil pribadi masih menjadi primadona dengan perkiraan 76,24 juta pemudik, diikuti oleh sepeda motor dan bus.
Menhub mengidentifikasi Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak-Bakauheni, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Pulogebang sebagai titik simpul kepadatan tertinggi.
“Prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan lebaran 2026 yaitu Bandara Soekarno-Hatta, lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, dan Stasiun Pasar Senen, serta terminal Pulogebang,” jelas Dudy.



