URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tancap gas berburu investor kakap untuk mempercepat pengurasan sumur minyak dan gas bumi (migas) domestik.
Memanfaatkan momentum pameran industri hulu migas terbesar di Asia Tenggara, The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, anak usaha Pertamina ini resmi menawarkan 22 struktur prospektif untuk dikerjasamakan dengan mitra strategis global.
Aksi korporasi ini dieksekusi melalui skema baru penawaran Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT) Reguler yang akan dibagi dalam dua gelombang (batch).
Strategi hilirisasi tender ini sengaja dipacu guna membalikkan laju penurunan produksi alami (decline rate) migas nasional melalui suntikan investasi segar.
Baca Juga: Kubur 2,9 Gigaton CO2, PHE-ExxonMobil Sulap Asri Basin Jadi Pusat Karbon Terbesar
Sumatra dan Kalimantan Jadi Incaran Utama Eksplorasi
Penawaran 22 blok potensial ini tersebar secara agresif di empat wilayah operasi regional PHE di tanah air. Regional 1 Sumatra menjadi primadona dalam tender kali ini dengan menyumbang delapan struktur prospektif.
Menyusul di belakangnya, Regional 3 Kalimantan menawarkan tujuh struktur, Regional 2 Jawa menyediakan empat struktur, serta Regional 4 wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur menyodorkan tiga struktur sisa.
Seluruh proyek ini diikat dengan payung hukum terbaru, yaitu Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang menawarkan fleksibilitas komersial lebih tinggi bagi kontraktor.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menjelaskan bahwa pembukaan akses 22 wilayah kerja ini merupakan sinyal keterbukaan BUMN migas dalam menyerap teknologi mutakhir dari mitra internasional.




