URBANCITY.CO.ID – PHE-ExxonMobil. Rencana besar Indonesia untuk menjadi pusat penyimpanan emisi raksasa di Asia Pasifik kian mendekati kenyataan.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi memperpanjang kongsi strategis dengan raksasa energi asal Amerika Serikat, ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited (EMLCSIL), untuk mengomersialkan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Hub Asri Basin.
Komitmen dekarbonisasi ini dikunci melalui penandatanganan amandemen kerja sama (Amended & Restated Heads of Agreement/HoA).
Proyek patungan ini dibidik menjadi juru selamat bagi industri-industri berat yang sulit menekan produksi emisinya (hard-to-abate sectors) di tingkat domestik maupun regional.
Baca Juga: PHE Cetak Efisiensi USD635 Juta, Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Migas 2026
Pengembangan CCS Hub Asri Basin merupakan bagian dari strategi jangka panjang PHE untuk mendukung transisi energi nasional melalui solusi rendah karbon.
“Bersama ExxonMobil, kami ingin membangun fondasi yang kuat bagi komersialisasi CCS di Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat layanan penyimpanan karbon yang kompetitif di kawasan Asia Pasifik,” tegas Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Gendong Kapasitas Raksasa 2,9 Gigaton di Lepas Pantai Jakarta
Penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh Direktur Utama PHE Awang Lazuardi bersama President EMLCSIL Egon E. Van Der Hoeven di sela ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Lewat pembaruan HoA ini, kedua korporasi bersiap meluncurkan studi teknis lanjutan, perancangan model bisnis komersial, hingga pemetaan target pasar.




