URBANCITY.CO.ID – Riuh rendah dapur raksasa Bobon Santoso di YouTube terancam senyap. Pria yang dikenal dengan aksi masak porsi brutal ini mendadak melempar handuk.
Tak sekadar pamit, ia berniat melego kanal YouTube miliknya yang telah mengumpulkan 18 juta pengikut sejak 2018 dengan harga pembukaan Rp20 miliar.
Kabar ini terkonfirmasi dalam bincang-bincang Bobon di siniar Deddy Corbuzier pada Rabu, 11 Februari 2026. Deddy sendiri tampak sangsi sekaligus menyayangkan langkah ekstrem tersebut. “Saya antara sedih dan bingung, tapi mendukung,” kata Deddy menanggapi niat koleganya itu.
Bobon, yang sudah memproduksi 917 video, mengaku keputusan ini telah melalui kalkulasi matang, termasuk soal harga jual yang sempat didebat Deddy karena dianggap terlalu rendah secara nilai internasional.
Baca Juga: Satu Orang Satu Akun Media Sosial: Solusi Redam Hoaks atau Pembatasan Kebebasan?
“Betul, kira-kira cocok tidak harganya?” timpal Bobon saat Deddy memastikan angka Rp20 miliar tersebut. Bagi Bobon, patokan harga itu sudah disesuaikan dengan daya beli di pasar domestik. “Tentu sudah pertimbangkan dengan matang,” tegasnya.
Namun, di balik angka miliaran itu, terselip pengakuan pahit tentang dapur produksinya. Bobon menyebut YouTube kini telah menjadi “beban”. Bukan soal kreativitas yang mampet, melainkan jeratan model bisnis konten yang ia ciptakan sendiri.
Ia menyoroti durasi video yang panjang—sering kali di atas 15 menit hingga satu jam—sebagai kendala utama. “Tidak gampang membuat satu konten YouTube yang durasinya panjang, 15 menit ke atas, atau mungkin 1 jam,” sebut Bobon.




